Latar
Belakang
Perkembangan
teknologi di era modern semakin pesat terutama dalam bidang otomotif. Dalam
dunia otomotif pasti sudah tidak asing lagi bila mendengar kata Injection, berikut
ini sejarah dan perkembangan alat untuk pengkabutan bahan bakar.
Karburator
pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada
tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki
juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen
menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya
membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris,
bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin
pembakaran dalam (internal combuntion).
lebih mudah
terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar.
Kurang
lebih pada tahun 1922-1927 Robert Bosch telah menemukan sistem injeksi, dimana
lahirnya sitem injeksi ini di awali Robert ketika dirinya berhasil merancang
pompa injeksi untuk di terapkan pada mesin diesel putaran tinggi. Dari beberapa
sumber yang ada, akhirnya injeksi pertama telah berhasil di ciptakan kurang
lebih pada tahun 1939, dimana kala itu injeksi berhasil di realisasikan pada
pesawat terbang bernama Messerschmitt BF-109.
Seiring
dengan suksesnya sistem injeksi di pesawat, barulah teknologi injeksi
selanjutnya di kembangkan pada mobil mobil mewah, sepertihalnya produksi mobil
buatan Jerman, Mercedes Benz 300SL 2T tahun 1957, Mersedes Benz 200 SE tahun
1958, dan ada juga mobil legendaris VW yang juga menerapkan sistem injeksi di
era 67 an (1967).
Bagaiman
prinsip kerja Injection dan karburator ?....
Prinsip
kerja dari keduanya hampir sama yaitu untuk mengkabutkan bahan bakar agar mudah
terbakar.
Perbedaan Sistem Kerja
1. Cara kerja
mencampur bahan bakar dengan udara.
Pada karburator, pencampuran bahan bakar dengan udara
disebabkan oleh adanya kevakuman ruang bakar yang terjadi adanya langkah hisap
piston. Pada sistem injeksi,
pencampuran bahan bakar dengan udara yang di lakukan oleh injektor atas
perintah dari ECM yang mempertimbangkan sinyal dari sensor-sensor yang menyebar
di seluruh mesin dan knalpot.
2. Pada saat suhu
mesin dingin.
Mesin memerlukan campuran yang kaya bensin untuk menghidupkan
mesin pada temperatur yang dingin. Pada
karburator, diperlukan cuk/choke untuk membuat ruang bahan bakar kaya
akan bensin. Cuk/choke ini harus diaktifkan untuk menghidupkan mesin. Pada sistem injeksi, sensor temperatur
akan melaporkan keadaan temperatur mesin yang dingin agar ECM memerintahkan
injektor untuk memperkaya campuran bensin.
3. Mesin motor pada
saat akselerasi.
Saat akselerasi motor membutuhkan campuran bahan bakar yang
lumayan kaya sekitar 8:1 AFR. Pada
karburatordibantu dengan adanya nosel akselerator yang berfungsi
menambah pasokan bahan bakar ke mesin pada saat throtle gas dibuka secara tiba
– tiba. Pada sistem injeksi,
sensor throttle position akan mengirimkan laporan ke ECM bahwa terjadi
pembukaan throttle secara mendadak dan ECM akan memerintahkan injektor untuk
memperkaya campuran bensin.
4. Mesin motor pada
saat rpm tinggi
Pada rpm tinggi, karburator main jet dan
pilot jet terbuka penuh sehingga menghasilkan tenaga yang besar. Jikasistem injeksi, sensor throttle
position dan sensor kevakuman di intake manifold sama-sama mengirimkan sinyal
ke ECM agar sedikit memperkaya campuran bensin untuk menghasilkan daya atau
power yang maksimum.
Pada setiap kendaraan tentunya tidak luput dari penyuplai bahan bakar, Dimana penyuplai ini bekerja untuk mengolah bahan bakar hingga menjadi campuran yang akan dimasukkan ke dalam ruang bakar, komponen yang satu ini disebut dengan karburator,
Pada setiap kendaraan tentunya tidak luput dari penyuplai bahan bakar, Dimana penyuplai ini bekerja untuk mengolah bahan bakar hingga menjadi campuran yang akan dimasukkan ke dalam ruang bakar, komponen yang satu ini disebut dengan karburator,
Jadi, dapat di simpulkan
bahwa dari Perbedaan antara sistem karburator dan injeksi adalah hanya pada
proses penghisapan bensin ke ruang bakar. Pada Sistem Injeksi sudah menggunakan
peranti elektronik seperti injektor, yang tugasnya menyemprotkan bensin ke
ruang bakar. Sedangkan pada karburator yang masih mengandalkan hisapan yang
diperoleh dari pergerakan piston pada silinder. sistem injeksi bisa
menyeimbangkan volume bensin yang disemprotkan ke ruang bakar dengan kebutuhan
mesin, sehingga didapat hasil pembakaran yang efisien. Jadi sistem injection
sudah tentu lebih irit .
Sumber:
http://cicakkreatip.com/2014/08/17/sejarah-teknologi-fuel-injeksi-kapan-sih-injeksi-di-terapkan-di-motor/
https://id.wikipedia.org/wiki/Karburator
http://mohrafiaziz29-tkr2.blogspot.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Karburator
http://mohrafiaziz29-tkr2.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar